Sabtu, 01 Maret 2014

BAB I
PENDAHULUAN

A.       Latar Belakang
       Penyakit infeksi masih merupakan salah satu masalah kesehatan di dunia, termasuk Indonesia. Perkembangan terakhir dalam lingkungan pelayanan kesehatan telah merangsang minat dalam praktik pengendalian infeksi di lingkungan pelayanan kesehatan. Perkembangan ini berhubungan dengan trend penyakit infeksi yang tidak dapat dikendalikan antibiotik saja atau yang resisten terhadap antibiotik, telah memperbaharui minat tenaga pelayanan kesehatan, administrator pelayanan kesehatan, lembaga-lembaga pembentuk peraturan, dan lembaga pemberi akreditasi dalam kebijakan dan praktik pengendalian infeksi khususnya kewaspadaan universal (Universal Precaution) (Depkes, 2008).
            Rumah sakit merupakan tempat pelayanan pasien dengan berbagai macam penyakit diantaranya penyakit karena infeksi, dari mulai yang ringan sampai yang terberat, dengan begitu hal ini dapat menyebabkan resiko penyebaran infeksi dari satu pasien ke pasien lainnya (Emaliyawati,E. 2008).
            Petugas Kesehatan sangat potensial terpapar darah pada saat melaksanakan peran dan fungsinya sehari-hari, oleh karena itu mereka selalu beresiko tertular berbagai penyakit yang disebabkan kuman patogen, seperti HIV (Human Immunodeficiency Virus), virus


 hepatitis B dan virus hepatitis C. Kecelakaan yang paling umum terjadi dipelayanan kesehatan adalah tertusuk jarum suntik yang dipakai pada pasien menusuk kulit seorang petugas pelayanan kesehatan (Yayasan Spritia, 2009).
            Kewaspadaan universal (Universal Precaution) adalah merupakan salah satu strategi yang sudah terbukti bermanfaat dalam upaya pengendalian infeksi, dengan meningkatkan kemampuan petugas kesehatan dalam menjalankan metode kewaspadaan universal. Kewaspadaan universal (universal precaution) yaitu suatu cara penanganan baru untuk meminimalkan pajanan darah dan cairan tubuh dari semua pasien tanpa memperdulikan status infeksi (Yulianti, 2011).
Harus ditekankan bahwa kewaspadaan universal tidak hanya untuk melindungi terhadap penularan HIV (Human Immunodeficiency Virus) tetapi yang tidak kalah penting terhadap infeksi lain yang dapat parah dan sebetulnya lebih menular, misalnya hepatitis B dan hepatitis C, petugas pelayanan kesehatan harus menerapkan kewaspadaan universal (Universal Precaution) secara penuh dalam hubungan dengan semua pasien. adapun kegiatan yang umum dilakukan oleh petugas layanan kesehatan yang menimbulkan resiko adalah suntikan/ambil darah, tindakan bedah, memasang infus, persalinan, membersihkan darah dan lain-lain. Sebaliknya ada perilaku yang salah yang menempatkan petugas layanan kesehatan atau pasien dalam keadaan yang beresiko misalnya tutup jarum suntik kembali, salah letak jarum atau pisau/alat tajam dan menyentuh pasien tanpa mencuci tangan (Yayasan spiritia, 2009).
            Menurut Yoshikawa (2013) pada tahun 2009 sampai 2011 rata-rata tingkat kejadian petugas kesehatan  tertusuk jarum suntik di rumah sakit Amerika Serikat adalah 6,7 sampai 9,9 per 100 tempat tidur, di Jepang rata-rata petugas kesehatan tertusuk jarum suntik adalah 6,2 per 100 tempat tidur, angka kejadian ini lebih banyak terjadi di ruang operasi dan ruang rawat pasien.
            Di Indonesia ditemukan angka kecelakaan kerja di RSUP. Dr. M. Djamil Padang, selama tahun 2009 adalah sebanyak 9 kasus sedangkan pada tahun 2010 terhitung dari bulan januari sampai april 2010 adalah sebanyak 6 kasus. Dari 15 kasus tersebut 3 orang diantaranya adalah tertusuk jarum bekas pakai pasien HIV/AIDS. di RSUP. Dr. Wahidin Sudirohusodo Makassar, pada tahun 2011 ditemukan 4 kasus terpercik darah pasien ODHA (orang dengan HIV/AIDS) dan 4 kasus tertusuk jarum bekas pasien, sedangkan pada tahun 2012 ditemukan 6 kasus terpercik darah pasien ODHA dan 24 kasus tertusuk jarum bekas pasien dan untuk kasus IDO (Infeksi Daerah Operasi/Infeksi Luka Operasi) termasuk masih tinggi yaitu 38,3% (Sukriani, 2013).
            Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar merupakan rumah sakit rujukan dan telah terakreditasi B tahun 2010, serta telah menerapkan komitmen pelayanan mutu berbasis ISO (International Organization for Standardization) 9001:2008 terintegrasi. Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar sampai sekarang mempersiapkan penilaian OHSAS (Occupational Health and Safety Advisory Services) 18001:2007 tentang sistem manajemen keselamatan dan kesehatan kerja. Dimana pencegahan infeksi nosokomial dengan menerapkan kewaspadaan universal (Universal Precaution) sudah di terapkan.
Berdasarkan data yang diperoleh dari kepala ruangan Al Fajar (Ruang Penyakit Infeksi) pada bulan april 2013 ditemukan 1 orang perawat tertusuk jarum suntik steril karena terburu-buru dan tidak menggunakan teknik satu tangan dan pada bulan Mei 2013 1 orang mahasiswa terluka akibat salah mematahkan ampul. Dari data diatas dapat disimpulkan bahwa insiden yang didapat tenaga kesehatan sebagai akibat perilaku tenaga kesehatan yang pada saat memberikan asuhan keperawatan tidak menggunakan prosedur kewaspadaan universal (Universal Precautions), sehingga peneliti tertarik untuk meneliti tentang “Gambaran perilaku perawat tentang Kewaspadaan Universal (Universal Precaution) di Ruang Sayang Dhuafa dan Al Fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar”.



B.       Rumusan Masalah
            Berdasarkan latar belakang diatas maka rumusan masalah dari penelitian ini adalah sejauh mana perilaku tenaga kesehatan khususnya perawat tentang Kewaspadaan Universal (Universal Precautions).
C.       Tujuan Penelitian
1.    Tujuan Umum
Diketahuinya secara umum gambaran perilaku perawat tentang kewaspadaan universal (universal precautions) di ruang Sayang Dhuafa dan Al fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar.
2.    Tujuan khusus
a.    Diketahuinya gambaran perilaku perawat tentang mencuci tangan di ruang Sayang Dhuafa dan Al fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar.
b.    Diketahuinya gambaran perilaku perawat tentang pemakaian alat pelindung diri di ruang Sayang Dhuafa dan Al fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar.
c.    Diketahuinya gambaran perilaku perawat tentang pengelolaan alat kesehatan bekas pakai di ruang Sayang Dhuafa dan Al fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar..
d.   Diketahuinya gambaran perilaku perawat tentang pengelolaan jarum suntik dan alat tajam di ruang Sayang Dhuafa dan Al fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar..
e.    Diketahuinya gambaran perilaku perawat tentang pengelolaan limbah dan sanitasi ruangan di ruang Sayang Dhuafa dan Al fajar Rumah Sakit Umum Daerah Haji Makassar.
D. Manfaat Penelitian
1.    Ilmiah
Hasil penelitian ini diharapkan dapat memperkaya khasanah ilmu pengetahuan dan memberi sumbangan ilmiah serta merupakan salah satu bahan bacaan bagi peneliti selanjutnya.
2.    Institusi
Hasil penelitian ini diharapkan menjadi masukan bagi Sekolah Tinggi Ilmu Kesehatan Nani Hasanuddin Makassar dalam bidang penelitian
3.    Bagi Peneliti

Merupakan pengalaman yang berharga dalam penerapan Kewaspadaan Universal (Universal Precaution), dan  menambah wawasan pengetahuan peneliti sehingga dapat menerapkannya di tempat tugas.

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar