Selasa, 25 Maret 2014

ANTARA SUAMI, MERTUA DAN ORANG TUA

ANTARA SUAMI, MERTUA DAN ORANG TUA
Kadang seorang isteri kurang memahami mana yang harus didahulukan, suaminya, orang tuanya atau mertuanya ?
SUAMI ADALAH TIKET SURGA BAGI ISTERI
Dia harus didahulukan daripada orang tua isteri. Hal ini terjadi karena PERNIKAHAN, yauitu proses IJAB dan QABUL (serah-terima) antara orang tua atau wali kepada suami. Sehingga hak dan kewajiban orang tua telah BERPINDAH kepada SUAMI.
Rasulullah SAW,
“Dari Aisyah radhiyallahu ‘anha berkata dia, “Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam: “Wahai Rasulallah, siapakah orang yang paling besar haknya atas seorang wanita? Beliau menjawab: “Suami wanita itu.”
Aku bertanya lagi: “Siapakah yang paling besar haknya atas seorang laki-laki?” Rasulullah menjawab: “Ibu laki-laki itu.”
(Hadis Riwayat Imam Hakim, dalam kitab Al Mustadrak jilid 4 halaman 150).
“Setiap istri yang meninggal dunia dan diridhai oleh suaminya, maka ia masuk surga.” (HR At-Tirmidzi)
Rasulullah dalam hadist, “Apabila wanita telah melaksanakan shalat lima waktu, berpuasa pada bulan Ramadhan, menjaga kemaluannya, dan menaati suaminya, niscaya dikatakan untuknya, masuklah surga dari pintu mana saja yang engkau sukai.” (HR Ahmad & Thabrani).
ORANG TUA ADALAH TIKET SURGA BAGI SUAMI
َوَعَنْ عَبْدِ اَللَّهِ بْنِ عُمَرَ رَضِيَ اَللَّهُ عَنْهُمَا, عَنْ اَلنَّبِيِّ صلى الله عليه وسلم قَالَ: ( رِضَا اَللَّهِ فِي رِضَا اَلْوَالِدَيْنِ, وَسَخَطُ اَللَّهِ فِي سَخَطِ اَلْوَالِدَيْنِ )
أَخْرَجَهُ اَلتِّرْمِذِيُّ, وَصَحَّحَهُ اِبْنُ حِبَّانَ وَالْحَاكِمُ
“Dari Abdullah Ibnu Amar al-’Ash Radliyallaahu ‘anhu bahwa Nabi Shallallaahu ‘alaihi wa Sallam bersabda:
“Keridloan Allah tergantung kepada keridloan orang tua dan kemurkaan Allah tergantung kepada kemurkaan orang tua.”
(Hadits Riwayat Tirmidzi. Hadits shahih menurut Ibnu Hibban dan Hakim)
Sesuai dengan hadist Rasulullah SAW yang ditulis di atas, bahwa bagi seorang laki-laki, orang tuanya adalah lebih utama. Termasuk dibandingkan dengan istri dan anak-anaknya. Hal inipun bisa kita lihat dari kisah tiga orang yang terperangkap di dalam gua.
Di sini hanya akan sedikit “mengutip” cerita tentang orang pertama yang ada hubunganna dg hadist tersebut.
Suatu hari, ada tiga orang yang sedang dalam perjalanan, karena kemalaman merekapun memutuskan untuk berlindung di dalam gua. Setelah mereka ada di dalam gua, kemudian pintu gua tertutup oleh sebuah batu besar dan mereka walaupun dengan sekuat tenaga, tak bisa memindahkannya.
Kemudia salah seorang dari mereka berkata “”Sungguh, tiada satupun yang dapat menyelamatkan kita dari bahaya ini. Kecuali jika kita berdoa kepada Allah dengan menyebutkan AMAL SHOLIH yang pernah kita lakukan.”
Kemudian orang pertama berdoa “Ya Allah, sesuangguhnya aku tidak pernah memberi minum susu siapapun termasuk anakku yang balita sebelum aku memberi minum susu orang tuaku. Suatu hari ketika aku pulang ke rumah, aku mau memberikan susu untuk orang tuaku, tetapi ternyata mereka sudah tidur dan aku tidak mau membangunkan mereka. Sungguh, aku menunggu mereka bangun sampai terbit fajar sambil membawa susu walaupun anakku menangis merengek-rengek minta susu di bawah kakiku. Sungguh jika aku melakukan ini karena mengharap ridhomu, maka bukakanlah pintu gua tersebut.” Kemudian pintu gua tersebut terbuka sepertiganya.
Dari kisah ini kita belajar, bahwa mendahulukan segala urusan orang tua bagi seorang laki-laki adalah yang utama. Karena ridho Allah bagi seorang laki-laki ada pada ridho orang tuanya.
Maka bila seorang laki-laki mempunyai istri yang senantiasa mendorong dan memotivasi suaminya untuk selalu berbuat baik pada orang tuanya, lebih mendahulukan mereka dari pada dirinya dan anak-anaknya, maka sungguh wanita seperti inilah yang bisa menjadi TANGGA bagi suaminya untuk masuk ke surga, dan otomatis isterinya akan MENGIKUTI suaminya ke SURGA karena keridloan suaminya sesuai hadits di atas.
Dan sebaliknya, seorang istri yang senantiasa selalu berusaha memicu permusuhan antara suami dan orang tuanya, maka dialah seburuk-buruk istri. Suami dan isterinya akan masuk neraka, kecuali meminta maaf dan memohon ampun kepada Allah ta’ala, dan mendapat ampunan-Nya.
SUAMI HARUS MENGAJAK ISTERINYA BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUANYA
Suami yang taat kepada Allah, dia akan mendorong dan mendukung isterinya berbakti kepada kedua orang tuanya.
Sehingga bila isteri akan membantu kedua orang tuanya harus seijin suaminya.
Sesuai firman Allah ta’ala :
“Dan Kami perintahkan kepada manusia (untuk berbuat baik) kepada kedua orang tuanya, (terutama kepada ibunya), karena ibunyalah yang mengandungnya dengan berbagai susah payah, dan menyapihnya dalam (umur) dua tahun. Oleh karena itu hendaklah kamu bersyukur kepada Ku (hai manusia) dan juga kepada Kedua orang tuamu.” ( QS. Luqman 14 )
Wallahu a’lam bishshawab
“Allah memberikan HIKMAH kepada sesiapa yang dikehendakinya. Dan barangsiapa yang diberi HIKMAH, sungguh telah diberi KEBAIKAN yang BANYAK.” (QS 2:269)

Tidak ada komentar:

Poskan Komentar